Friday, February 8, 2013

AKB48 - Sakura Singles


Sebagai idol grup yang kebanyakan anggotanya anak sekolahan, single sakura menjadi semacam kewajiban untuk dirilis pada musim kelulusan. Saya akan membahas semua single sakura yang dirilis AKB48 dari awal sampai penghujung 2012. Dan di sini saya cuma bahas lagu single-nya aja, gak termasuk coupling.

#1 Sakura no Hanabiratachi 2008 (Februari 2008)
Sebenarnya Sakura no Hanabiratachi itu ada dua, tapi saya ambil yang paling baru saja. Secara lagu, beat-nya cukup lambat untuk ukuran lagu idol. Tentu saja karena single ini bertema sotsugyou (kelulusan).Dan cukup cepet untuk ukuran lagu kelulusan. FYI, tipe lagu idol itu identik dengan keceriaan dan tema kelulusan itu identik dengan kesedihan. Cerianya lagu idol grup sama cerianya lagu penyanyi solo pasti kerasa beda lah.

Lirik lagu ini bercerita tentang, umm, well, tentu saja kelulusan. Berikut saya kasih penggalan lirik lagu ini:

Sakura no hanabiratachi ga saku koro
Ketika bunga sakura bermekaran
Dokoka de kibou no kane ga narihibiku
Aku mendengar lonceng harapan di suatu tempat
Watashi tachi ni asu no jiyuu to
Memberi kita kebebasan dan keteguhan
Yuuki wo kureru wa
Akan hari esok
Sakura no hanabiratachi ga saku koro
Ketika bunga sakura bermekaran
Dokoka de dareka ga kitto inotteru
Seseorang tlah berdoa di suatu tempat
Atarashii sekai no doa wo jibun no sono te de hiraku koto
Untuk membuka pintu menuju dunia yang baru dengan tangan mereka sendiri

Maaf jika translasi saya menghilangkan keindahan liriknya -__-

Musik videonya, atau kalo saya lebih enak pake istilah PV (promotional video) menceritakan tentang kelulusan (pastinya). Tentang upacara kelulusan sekolah, tentang masa-masa yang dilalui di sekolah, kenangan terlambat datang, kenangan naksir sensei, kenangan nyium patung, dan lain-lain.

#2 10nen Zakura (Maret 2009)
Seceria apapun, yang namanya lagu kelulusan pasti menyiratkan kesedihan. Secara musik, lagu ini sangat upbeat. Ya tipe-tipe lagu idol, gitu...

Sementara PV-nya bercerita tentang reunian setelah 10 tahun berpisah sejak kelulusan. Beralur mundur ke saat mereka merayakan kelulusan. Kalo anak-anak sekolah di Indonesia ngerayain kelulusan itu corat-coret baju seragam. Tapi kalo anak-anak AKB, ngerayain kelulusan itu bikin kerajinan tangan, dancing, naik bus yang ikutan dihias. Bagian yang sedihnya ada di akhir, ketika satu per satu mereka turun dari bus, meninggalkan Acchan sang penghuni terakhir.

Ini dia penggalan lirik lagunya:

Juu nen go ni mata aou
Ayo berjumpa 10 tahun lagi
Kono basho de matteru yo
Aku akan menunggu di sini
Ima yori mo motto kagayaite...
Lebih bersinar daripada aku yang sekarang...
Sotsugyou wa purosesu sa saikai no chikai
Kelulusan adalah proses, aku bersumpah kita akan bertemu lagi
Sugu ni moetsukiru koi yori
Jangan biarkan ini menjadi cinta yang hilang terbakar
Zutto itoshii kimi de ite
Tetaplah menjadi orang yang aku cintai selamanya

Hahaha, saya aja ngakak baca translasi bikinan saya. Nista banget.

Oh iya, saya pernah bikin sesuatu yang diambil dari lagu ini.

Dan jangan lupa, PV ini sempat diributkan sama fans gara-gara ada penampakan!

Penampakan tangan panjang pada menit ke 03:06. Dari posisinya itu emang tangan member. Tapi ukurannya janggal. Terlalu panjang dan kecil, terlalu runcing.


Penampakan jendela di menit ke 03:08 tepat setelah penampakan jari tadi. Katanya sih yang di jendela itu mirip perempuan berambut panjang berbaju putih. Kalo di negeri kita dipanggilnya Miss K. Tapi yah namanya juga penampakan, cuman dugaan. Siapa yang tau itu sebenernya apa? Mungkin cuma pohon, ato efek kamera.

#3 Sakura no Shiori (Februari 2010)

Dulu saya pernah muter lagu ini di rumah, kedengeran sama abang saya. Dia kata ini mirip lagu rohani. Karena lagu ini dinyanyikan ala paduan suara sih ya, dan emang musiknya mendayu-dayu bener.

Sementara PV-nya, kita dimanjakan dengan member yang makin cantik dengan balutan pakaian tradisional Jepang yang anggun. Yang berjalan-jalan keliling kota. Selain itu kita juga bisa liat malaikat-malaikat cantik bersayap yang menari dan bernyanyi.

Seperti biasa saya kasih penggalan liriknya

Sakura no hana wa wakare no shiori
Sakura itu penunjuk perpisahan
Hirahira to te wo futta
Kulihat wajah teman-temanku
Tomo no kao ga ukabu
Yang cerah bergelombang
Sakura no hana wa namida no shiori
Sakura itu penunjuk air mata
Taisetsu na kono toki wo
Aku memohon agar tak pernah melupakan
Itsumademo wasurenu you ni...
Waktu yang berharga ini...

#4 Sakura no Ki ni Narou (Februari 2011)

This. Is. Worth.

Lagunya bener-bener galau. Ini salah satu lagu tergalau sekaligus termellow di AKB. Belum lagi kalo liat PV-nya. Belum lagi kalo liat doramanya. Keep watching and start crying.

Selama lima menit setengah telinga kita disuguhi alunan musik yang mengalun-alun bagaikan perahu layar tak tertiup angin, eh! Dengan lagu selambat ini, kita bisa mendengar suara member dengan jelas. Dan kita bisa tertidur dengan pulas.

PV-nya dibintangi oleh dua member kaporit saya, Acchan-Juju! Bercerita tentang persahabatan erat Acchan dan Juju. Namun malang, Juju dipanggil Tuhan lebih dulu lewat kecelakaan. Kemudian Juju tumbuh jadi penunggu pohon sakura. Hohoho. Nggak. Itu cuma karangan saya aja.

Gak cukup dengan PV yang berdurasi 12 menit. Sakura no Ki ni Narou juga dibikin doramanya, judulnya Sakura Kara no Tegami. Mengisahkan seorang guru yang akan meninggal karena penyakit dan meninggalkan sepucuk surat pada murid-muridnya, plus anaknya. Surat yang ditulisnya tersebut dapat menggugah perasaan semua murid-muridnya. Mereka tak ragu lagi tentang siapa mereka, kenapa mereka, bagaimana mereka, harus kemana mereka, dan permasalahan yang lain.

Penggalan lirik, as usual

Eien no sakura no ki ni narou
Aku ‘kan menjadi pohon sakura nan abadi
Sou boku wa koko kara ugokanai yo
Takkan pernah beranjak dari sini
Moshi kimi ga kokoro no michi ni mayotte mo
Jika hatimu kehilangan arah
Ai no basho ga wakaru you ni tatte iru
Aku ‘kan berdiri di sini, menunjukkan di mana cinta berada

#5 GIVE ME FIVE! (Februari 2012)

Single ini kejutan. Karena mereka ngeband! NGEBAND! Idol grup ngeband!Ini single sakura paling keren karena adanya gebrakan baru.

Seorang idola harus mampu jadi apapun, mampu melakukan apapun. Setelah berlatih kurang lebih tiga bulan, terbentuklah Baby Blossom.Acchan pada rythm gitar+lead vocal; Yuko pada bass; Takamina pada lead gitar; Yukirin pada drum, Mayu pada keyboard; Nyannyan pada synthesizer; Sasshi dan Mii pada trombon; Rena dan Yuihan pada trompet; Juju pada standing drum; Mariko pada tamborin—ato kecrekan yang suka dipake pengamen; Tomo pada shaker—mirip maracas. Sementara itu Sae, Kitarie, Chiyuu dan Sayaka jadi backing vocal/band’s chorus.

Kalo ditanya yang paling keren di Baby Blossom....it’s Takamina. Dia kebagian main solo. Dan itu keren.

Gak tanggung-tanggung, mereka maen dorama pendek di PV-nya. PV berdurasi setengah jam ini bercerita tentang anak-anak sekolah malam yang pada suatu ketika diajakin maen band sama gurunya. Mereka punya masalahnya masing-masing. Acchan yang harus meninggalkan adiknya setelah orang tuanya pisah, Takamina yang bertemperamental buruk dan gak bisa bertahan di tempat kerjaan, Yuko yang terpaksa jadi hostes, dan Yukirin yang masa lalunya amat suram gara-gara bullying.

Penggalan liriknya:

Tomo yo, omoide yori
Sahabat, dalam kenangan kita
Kagayaiteru asu wo shinjiyou
Percayalah datangnya hari esok yang bersinar
Sou, sotsugyou to wa
Benar, ini kelulusan
Deguchi janaku iriguchi darou
Ini bukanlah jalan keluar, tapi gerbang untuk masuk
Tomo yo, sorezore no michi
Sahabat, yang tersisa hanyalah
Susumu dake da
Kita harus melanjutkan jalan kita masing-masing
Sayonara wo iu na
Tapi jangan ucapkan selamat tinggal
Mata sugu ni aeru
Karena kita akan segera berjumpa lagi
Dakara ima wa haitachi shiyou
Jadi ayo kita tos saja sekarang


Well, postingan ini berakhir di sini. Jika harus memilih mana yang paling saya favoritkan, maka itu Sakura no Ki ni Narou.








Tuesday, January 8, 2013

Dia Diasta (a JKT48 fanfic)



Awal bulan nih, komik favoritku rilis. Jadi aku segera meluncur ke Gramedia untuk berburu. Beruntung, masih ada beberapa buah komik Dolls Collector volume 14 di rak. Bulan lalu aku kehabisan volume 13 hingga terpaksa harus nyari ke toko buku lain. Komik ini memang gak se-mainstream Narto Saipudin, Beach Hollow, atau Two Piece, makanya stok yang disediakan tidak pernah sebanyak komik-komik itu. Jadi aku harus segera mencakar tanah dan melompat layaknya harimau melihat daging rusa langka.

Aku masih terpaku di depan rak yang memajang Dolls Collector ketika ada seorang cewek dengan rambut panjang sebahu berdiri di sampingku dan meraih satu buah Dolls Collector. OMG! Dia cewek dan dia baca Dolls Collector? Komik dengan rating M untuk violence dan ecchi.

“Hei, serial cantik ada di sebelah sana tuh!” aku menunjuk rak komik-komik cewek dengan ujung daguku.

Dia menoleh padaku. Menyeringai. Cewek dengan rambut panjang sebahu, mengenakan terusan warna hijau terang, berwajah manis...

Do you wanna be my next doll?”

...dan dia baca Dolls Collector.

Eh, apa katanya tadi? Itu ‘kan kutipan dari komik. OMFG! Dia bener-bener baca Dolls Collector.

***

Aku sedang menyesap kopi kalengan instan di pelataran parkir kampus. Menunggu Revan, Ardi, dan Cahyo buat hang-out bareng ke Sunbucksmeski sebenarnya aku sedang ngopi saat ini. Lama sekali mereka sampai kopi kalenganku habis. Aku mengayun-ayun kaleng itu sebentar sebelum akhirnya kutendang dengan gaya Lionel Messi di lapangan hijau. Syuuung, kaleng itu terbang di atas pelataran parkir, menukik turun secara perlahan kemudi-Astaga! Ada sekelompok cewek yang lewat persis di bawah kaleng itu akan mendarat.

“Aaaw!”

Oops, kaleng itu mengenai kepala salah seorang cewek yang berjalan paling belakang. Ngumpet aja kali, ya? Pura-pura gak tau, gitu.

Aku melihat cewek itu memandang berkeliling mencari tersangka hingga pandangannya berhenti padaku. Aku bersiul sambil menggaruk tengkuk yang beberapa detik kemudian kusadari hal itu membuatnya semakin yakin bahwa aku yang melempar kaleng itulebih tepatnya menendang.

Dia berjalan ke arahku. Alamak! Aku harus ngapain nih? Akting sok playboy sambil ngomong: “Cewek, gue udah lama merhatiin elu. Makanya tadi pas lu lewat gue lempar pake kaleng kopi. Ntar sore nonton, mau kan?” Atau pasang tatapan paling tajam terus bilang: “Gue lagi nyari soulmate. Kata dukun, hari Selasa jam 9:30 gue harus lemparin sesuatu ke udara. Benda itulah yang akan bawa gue ke soulmate gue. So, here you are...”

Cewek itu sampai di depanku. Gawat nih! Mungkin aku bakalan dipukulin pake tasnya, ato buku tebal yang ditentengnya.

Plung! Dia melemparkan kaleng tadi ke tong sampahyang ternyata ada tepat di sampingku! Kemudian pergi menyusul teman-temannya tanpa sepatah kata pun. Apa-apaan tuh cewek?! Si charming ini malah dicuekin.

Rasanya aku pernah liat cewek itu. Tapi dimana, ya?

***

                Cahyo ngajak main futsal pulang kuliah. Karena aku gak bawa kendaraan hari ini, otomatis harus nungguin Cahyo di gerbang kampus. Agak molor juga tuh anak, gara-gara ngurusin makalah yang nilainya E sama dosen.

                Segerombol mahasiswi yang lewat menyita perhatianku yang waktu itu lagi update status tentang ‘menunggu Cahyo’. Mereka bergosip tentang banyak hal; salon, fashion, mall, bahkan hal sepele sampai aturan keramas dua hari sekali atau setiap hari. Aku sih keramas kalo abis mimpi bas-oops!

                Setelah gerombolan berisik itu lewat, muncul seorang cewek dengan rambut sebahu dan menenteng buku tebal di tangan kanannya. Gak salah lagi. Aku pernah ngeliat cewek ini di tempat lain. Tapi aku gak inget dimana. Mungkin otakku mesti di-upgrade, atau format dulu sekalian.

                Tanpa sadar naluri detektifku memerintah si kaki untuk mengikuti dia. Menyusuri pelataran luar kampus. Trotoar. Halte bus. Sebuah bus berhenti, dia memasuki kendaraan besar itu. Dan aku mengikutinya dari belakang.

                Di dalam bus, aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia dapat tempat duduk di samping seorang ibu-ibu yang tengah tertidur pulas. Aku memilih menggantungkan tangan; berdiri, agar bisa melihat wajahnya.

                Drrrrrrtttt...drrrrrttt...

Eh, ponselku bergetar. Aku merogohnya dengan tangan kiriku dan segera menekan tombol telepon hijau ketika melihat layar dan rupanya Cahyo menelponku. “Halo?”

“Elu dimana?”

“Gue di bus.”

“Hah? Lu ngapain di situ? Bukannya lu bilang nungguin gue di gerbang kampus?”

“Anjrit! Kok gue bisa di sini?”

“Kok malah nanya gue?”

***


                “Kemarin gue kayak kerasukan setan, Yo.” Mungkin cewek-cewek kalo curhat kayak gini.

                Cahyo cuek sambil menyeruput teh botolnya.

                “Akhirnya gue pasrah turun di halte berikutnya.” Aku udah gak nafsu makan ngabisin ketoprak Bu Jamil. Curhat itu ngilangin nafsu makan. Mungkin cewek-cewek kalo curhat kayak gini, makanya mereka sering kelamaan nongkrong di kantin ato kafe.

                Cahyo nyengir sebentar kemudian menyeruput lagi teh botolnya.

                “Terus gue harus naik bis lagi buat muter balik ke tempat futsal.” Aku menyuapkan ketoprak ke mulut. Udah dibayar, sayang kalo gak dimakan.

                Cahyo menyeruput teh botol lagi.

                “Sial lu, Yo! Itu ‘kan teh botol gue!” Aku menyeret teh botol yang hampir habis dari tangannya. Baru kusadari, di meja ini cuma ada satu teh botol. Dan itu punyaku. Curhat itu bikin lupa sama benda-benda di sekitar kita.

                Aku menyeruput teh botolku yang hampir habis ketika dengan tiba-tiba tersedak karena melihat seseorang.

                “Kenapa? Teh botolnya asem? Sini gue bantu abisin!” Cahyo hampir merampok teh botol aku lagi kalo gak segera kugampar tangannya.

                Cewek itu! Cewek yang belakangan mengganggu jalannya otakku, membuatku kayak kerasukan setan. Sekarang dia duduk di depanku. Tidak benar-benar tepat di depanku sih, tapi di meja lain di kantin ini, dan kebetulan letak duduknya berhadapan denganku meski berjarak tiga meter.

                Tatapanku terpaku padanya. Dengan sigap Cahyo mengambil alih teh botolku dan segera menyeruputnya habis. Dia mengikuti arah pandangku karena penasaran.

                “Lu naksir dia?”

                “Manis ‘kan, Yo?”

                Cahyo mengangguk-anggukkan kepalanya, “Namanya Diasta, mahasiswi arsitektur.”

Oh. Sekarang aku tahu namanya. Dia yang misterius. Dia yang selalu berjalan di belakang. Dia yang selalu ada di mana-mana. Dia yang baca komik rating M. Dia yang berhasil menawan hatiku. Dia Diasta.

Sepersekian detik kemudian dia memandang ke arahku. Tak dapat dicegah mata kami beradu. Aku terpaku di tempat.

Dia tersenyum.

*END*