Thursday, February 27, 2014

Single Terakhir Yuuko dan Kebun Binatang Mini

Musim semi telah tiba. Berarti rutinitas AKB keluarin single sakura alias single perpisahan alias single kelulusan. Apakah ini berarti Mae Shika Mukanee menjadi lagu kelulusan Yuuko? Tentu tidak. Ini adalah single terakhir dengan Yuuko di dalamnya, sebagai center lagi. Untuk lagu kelulusan Yuuko sendiri, nanti pasti ada di coupling single selanjutnya. Well, selalu seperti itu kok.

#1 Mae Shika Mukanee – Senbatsu

Adalah lagu kelulusan dengan irama rock dan ceria, tetep idolish tapi juga bisa bikin headbang. Lagunya lumayan enak karena berjenis rock diiringi petikan gitar yang cadas. Setipe sama 10nen Zakura yang juga single musim semi yang anti-ballad-tak-beremosi. Yah, sebenarnya single sakura dulu-dulu yang gak ballad bukan cuma 10nen Zakura, juga ada GIVE ME FIVE!.

Untuk PV-nya terkesan sangat biasa. Kenapa? Karena ada drama version! Akhir-akhir ini AKB demen banget bikin drama pendek untuk single-nya. Hal ini terjadi berturut-turut sejak Heart Ereki, kemudian Suzukake Nanchara, dan sekarang Mae Shika Mukanee. Dan sialnya, saya belum nonton versi-versi drama untuk semua single itu. Malangnya.

Konsep PV-nya adalah member menampilkan lagu di atas panggung dengan penonton di hadapan mereka. Mirip sama Melon Juice-nya HKT. Tanpa cerita tambahan. Tanpa latar tambahan.

Untung aja panggungnya luas, jadi gak ada member yang kena senggol standing mic yang diangkat-angkat Yuuko.

Put yo hands up! Put yo hands up! Pu-pu-pu-pu-put~

Kostumnya aneh. Colorful tapi juga bling-bling. Saya curiga Shinobu cs bikin kostum ini daur ulang dari sachet-sachet snack, minuman, dan lain-lain.
(sumber)
Aksesoris di kepala mereka juga aneh. Sasshi yang pake kuping kucing, Yuihan dan Bakaei yang nempelin permen di rambutnya (mungkin kalo bosen syuting dia bisa ngemil permen), Yukirin juga entah pake apaan di kepalanya.

Saya beri:
Lagu 4.5/5
PV 3/5

#2 Kinou Yori Motto Suki – Smiling Lions

Saya masih belum tau kenapa coupling di single ini pake nama binatang-binatang. Hm. Anyone?

Jika dilihat dari line-up member, ada Nana-samaaa, Mikichan, Naanya, Yuria, Ryoha, Annin, Renacchi, Kanon, Fuuchan, Shu, Nagisa, Haruppi, Sakura, Meru, dan Mio. Dalam timnya masing-masing, mereka sedang bersinar dan mengembangkan dirisaya gak begitu tau posisi mereka semua sih, namun setidaknya Nana-samaaa, Mikichan, Naanya, Yuria, Ryoha, Fuuchan, Nagisa, Meru, Mio memang sedang kinclong-kinclongnya karir mereka di 48G. Itulah mengapa mereka masuk ke unit “Singa Tersenyum”, mereka ibarat hewan buas yang sewaktu-waktu bisa menguasai seluruh hutan, namun mereka tetap selalu tersenyum karena mereka adalah idola remaja /analisis apa ini/

Lagunya masih standar idol: generic, cute. Konsep PV-nya musim semi sekali, persahabatan, sekolahan, dan tentu saja sakura. Dibandingkan Mae Shika Mukanee, ini lebih mencerminkan single musim semi. Etapi saya ‘kan belum nonton versi drama Mae Shika Mukanee.

Nana Owada! Kembali lagi menjadi center setelah Party is over. Dengan santai dia membawa...itu apa sih namanya, alat yang bisa membuat garis di lapangan?menggambarkan sesuatu. View-nya bagus, saya suka ban-ban bekas yang ditanam dan diwarnai beda-beda itu.

Yuria dan Annin memperhatikan kemudian membincangkan sesuatu. Sial, sial, saya gak ngerti mereka ngomongin apaan.

Naanya adalah cewek yang menyukai bunga sakura. Saat itu, pohon sakura di depan sekolah sedang meranggas. Ia menggambar pohon sakura dengan bunganya yang merekah di selembar kertas. Diawali oleh keisengan Meru, seisi kelas mengetahui gambar pohon sakura khayalannya Naanya. Annin yang melihat gambar tersebut awalnya nampak memandang aneh, namun kemudian dialah yang pertama mengajak Naanya keluar kelas dan menuju lapangan untuk melakukan sesuatu; menggambar pohon sakura.

Senyumnya Naanya itu seperti harta karun. Kyaaaa.

Kanon sekarang montokan ya?

Ingat sesuatu dengan pohon ini? Mirip seperti pohon sakura di PV Sakura no Ki Ni Narou.

Sepertinya memang pohon sakura yang sama. Lihatlah ban warna-warni yang ada di lapangan!

Kostumnya bagus. Kesannya formal tapi manis dengan rok berpinggul rendah. Perpaduan warna biru dan merah juga pas.

Saya beri:
Lagu 3.7/5
PV 4.5/5

#3 Kimi no Uso wo Shitteita – Beauty Giraffes

Member yang terkumpul di sini rata-rata tingginya memang lebih di atas yang lain. Sebut saja Rena Nozawa (kyaaaaa, ada Rena!) yang usianya masih muda tapi badannya sudah menjulang tinggi.

Lagunya terdengar ballad, ada kesan gloomy. Begitupun dengan PV-nya, berbentuk film yang bercerita tentang konflik para wanita metropolis.

LIE entertainment mempersembahkan... (lie=uso, duh XD)

Yang bikin saya sebel, di PV ini banyak sekali tulisan yang mungkin mengindikasikan cerita yang terjalin seperti apa, sementara saya gak bisa baca kanji. Yabai, yabai. Jadi, saya cuma bisa nganalisis ngawur tentang cerita di PV ini.

Tokoh utama kita adalah Mariyagi. Cewek metropolis yang dilanda masalah dan berniat untuk melompat ke rel kereta mengakhiri hidup. Namun, sebelum ia berhasil melompat, seorang lelaki telah menyelamatkan dirinyabukan menyelamatkan sih, tapi mencegah. Sejak saat itu, hubungan Mariyagi dan si lelaki menjadi akrab, makin akrab dari hari ke hari. Sementara itu, ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan tatapan cemburu. Siapa dia? Adalah Nao, yang saya duga mempunyai hubungan dekat dengan si lelaki. Namun karena akhir-akhir ini si lelaki suka hang out sama Mariyagi, hubungan dia dengan Nao merenggang. Tsk, such a player.

Mariyagi dan Nao adalah saudara seayah beda ibu. Hubungan mereka berdua tak pernah akur sejak dulu. Nao hidup bergelimang harta, ia selalu mendapatkan apapun yang ia mau. Sementara Mariyagi selalu mengalah, ia enggan untuk berseteru dengan saudaranya tersebut.

Mocchi adalah teman dekat Mariyagi. Untuk menghancurkan Mariyagi, Nao memanfaatkan Mocchi. Sebagai sahabat Mariyagi, Mocchi sebenarnya tidak enak hati, namun keadaan memaksanya untuk melakukan itu. Mocchi mendekati si lelaki hingga berhasil membuat Mocchi hamil. Mariyagi kecewa dan sakit hati mengetahui hal tersebut. Ia semakin depresi dan stress hingga muntah darah. Sepertinya Mariyagi mengidap suatu penyakit yang cukup berbahaya.

Sekali saudara, tetaplah saudara. Ada ikatan tak terlihat yang menjalin mereka. Sejahat apapun Nao pada Mariyagi, ketika Mariyagi terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit, Nao merasakan kepedihan dalam hatinya. Karena di tubuh mereka mengalir darah yang sama. Nao tak kuasa hingga ia menitikkan air mata berharganya.

Akicha adalah seorang konglomerat sekaligus partner berbisnis Nao. Ia sangat kaya hingga sengaja menyimpan setumpuk uang di meja tamu, bukan vas bunga ataupun toples kue sisa lebaran. Pelayan di rumahnya, Reinyan, ternyata mempunyai niat jahat untuk merampok Akichasetelah dibisiki oleh Ayarin, sahabatnya.

Reinyan merencanakan pembunuhan untuk Akicha dengan membubuhi racun dalam makanannya sebelum Akicha bersama Nao pergi berbisnis. Tak terelakkan, di tengah jalan di dalam mobil, Akicha mengembuskan nafas terakhir. Reinyan dengan tergesa-gesa mengantongi tumpukan uang yang berada di meja tamu rumah Akicha dan kabur.

Di sisi lain, ada Rie yang berprofesi sebagai penari di klub malam dan hidup menjadi simpanan oom-oom. Kemudian ada geng “hedonis-sosialita” yang kerjanya cuma foya-foya. 

Ada pula geng Nero yang senang sekali menyiksa orang lain—dipimpin oleh Tomu, salah satu korban mereka adalah Ayarin.

Film berakhir ketika Mariyagi mendorong kereta bayi, namun kakinya tersandung. Di arah yang lain, Ayarin sedang berlari kabur dari kejaran geng Nero. Di arah lainnya, Reinyan yang masih berseragam pelayan berlari pontang-panting dengan tas berisi uang dalam pelukan. Semuanya terkejut dengan kereta bayi yang meluncur di tengah jalan raya dan siap dilindas mobil. Nozawana yang waktu itu kebetulan membuka bagasi melihat kereta bayi yang meluncur dan segera melompat untuk menyelamatkannya. Namun sayang, mobil yang melintas di jalan raya tak sempat mengerem dan Nozawana langsung terpental jauh.

What a great PV, nice story though. Kehidupan perkotaan dengan segala cela. Di balik kesenangan, di balik gelimangnya harta, kepedihan selalu hinggap. Tidak perlu bikin versi drama untuk menghasilkan PV dengan cerita yang bagus. Ini udah keren banget. Pengambilan gambarnya pun bagus.

Adegan yang terlalu bagus untuk dipotong. LOL

Saya beri:
Lagu 4.5/5
PV 4.8/5

#4 Himitsu no Diary – Baby Elephants

Kenapa harus pake nama gajah ya? Sedangkan di AKB gak ada member yang badannya sebesar gajah. Nggak gitu juga sih. Maksud saya, tubuh para member ya rata, langsing-langsing, yang beda paling tingginya atau ada yang rada berisi tapi tidak masuk kategori “gajah”. Bahkan ada Nako, si mini dari HKT. Dilihat dari line-up member, pengisi unit ini tidak terlalu keliatan menonjol dalam tim masing-masing, ya member rata-rata gitu, tapi masih punya prospek cerah di masa depan nanti.

Lagunya juga standar idol, ballad nggak, terlalu ceria juga nggak. Yang sedang-sedang saja. PV-nya di-center-i Juri, Tano, dan Ryoka (waw KSGK!). Bercerita tentang Juri yang hobi ke perpus sekolah bukan untuk baca bukuawalnya mungkin iyatapi untuk surat-suratan sama orang misterius lewat catatan kecil dengan media buku. Ya bagus kalo yang selama ini surat-suratan sama Juri itu orang, gimana kalo hantu perpus? ‘kan serem.

Beberapa waktu kemudian, ketika Juri yang berstatus alumnus datang kembali ke perpus sekolah, ia langsung menuju buku media yang dulu ia gunakan surat-suratan. Ia menemukan kertas terselip di sana. Kertas terakhir yang melengkapi diary-nya.

Mereka bertiga sepedaan di lapangan yang becek. Ryoka yang badannya paling kecil malah kebagian mendorong. Kasian sekali.

Dasar anak-anak bandel! Udah disediain rak sepatu, masih aja nyimpennya sembarangan.

Gajah yang paling kanan, sepertinya masih canggung untuk berekspresi.

Tulisan di poster: habatake=wings. Yang berarti setiap gajah di PV ini masih akan melebarkan sayapnya di tim masing-masing. I got the point.

PV-nya terasa membosankan karena saya gak ngerti isi surat-suratan mereka. Payah....

Saya beri:
Lagu 3/5
PV 3/5

#5 KONJO – Talking Chimpanzees

Unit ini diisi simpanse-simpanse yang banyak bicara, gak bisa diem. Ada Karen, Shiichan, Airin, Kaotan, Obanana, Chori, Anya, dan Tani. Saya gak tau simpanse yang lain gimana perilakunya, tapi yang saya tulis barusan adalah orang-orang dengan kemampuan variety yang sangat bagus menurut saya jika dilihat dari beberapa acara mereka. Di sini juga ada favorit saya: Karen dan Chori. Keduanya sangat gila kalau udah ada di depan kamera.

Lagunya sendiri berirama semi-enerjik dan penuh semangat meski gak begitu ribut. Sesuai dengan PV-nya yang bertema sport.

Komari, yang dipilih jadi center. Ah, kenapa bukan Karen aja?

Wah, role yang bagus untuk Chori.

Murashige’s serious face. Duh, itu kantung matanya punya kantung mata.

Ini... Karen bukan ya?

Adegan dancing dilakukan di lapangan indoor dengan kostum seifuku biasa.

PV ini bercerita tentang tim bola voli yang menjalani training neraka agar bisa bermain maksimal dan mendapatkan kemenangan di kejuaraan. Training neraka itu menyebabkan Haruu jadi doyan makan (dari awal sih dia udah doyan makan), Minarun yang kolaps, dan Karen yang tangannya mati rasa (atau Karen berubah jadi zombi?).

Komari dan Chori, duo ace di tim voli ini berhasil mengembangkan teknik merekateknik yang biasanya saya liat di manga sportdan mengecoh lawan sehingga membawa tim pada kemenangan.

Saya kecewa berat. Karen dikit banget screentime-nya di sini. Tapi seneng juga karena Chori justru sebaliknya. Semangat ya buat kalian berdua, ratu variety, semoga tetap bisa menguasai acara tivi.

Saya beri:
Lagu 4.3/5
PV 3.5/5

Kesimpulannya, single ini cukup refreshing dengan unit binatang-binatang dan itu gak asal pilih member ataupun nama unit. Untuk lagunya gak ada yang istimewa, semuanya biasa-biasa saja, gak terlalu menggugah selera, but overall okay.

Kalau kita perhatikan dengan seksama, PV di coupling single ini mewakili empat musim. Yang pertama Kinou Yori Motto Suki mewakili musim semi (jelas sekali ada sakura di sana), Kimi no Uso wo Shitteita mewakili musim gugur (terlihat para jerapah memakai mantel kemana-mana), Himitsu no Diary mewakili musim dingin (lapangan yang becek dan langit yang mendung), dan KONJO mewakili musim panas (training sport). Well, itu cuma analisis ngawur saya yang ternyata saya pikir ada benernya. Haha.

Monday, January 13, 2014

Review 34th Single Suzukake bla bla bla Mono + Coupling

Review yang sedikit telat karena saya disibukkan urusan duniawi. Lagipula tadinya saya malas me-review single ini. Entahlah, padahal center-nya Jurina, padahal lagu coupling-nya lumayan. Ngomong-ngomong soal turnamen janken, Jurina yang menang dengan hanya memakai kertassama seperti Paruru yang hanya pakai guntingagak aneh juga. Entahlah ini konspirasi atau murni kebetulan. Saya malas bahas ginian. Toh, dunia 48 itu memang penuh dengan konspirasi. Bagaimanapun sesungguhnya yang terjadi di belakang layar, saya gak mau ambil pusing, yang penting nikmatin karyanya, ikuti arusnya, pahit atau manis.

#1 Suzukake no Ki no Michi de “Kimi no Hohoemi wo Yume ni Miru” to Itteshimattara Bokutachi no Kankei wa Dou Kawatteshimaunoka, Bokunari ni Nannichi ka Kangaeta Ue de no Yaya Kihazukashii Ketsuron no youna Mono – Senbatsu

Mabok. Mabooook. Begitu keluar judul single ke-34, langsung geleng-geleng kepala. Aki-P, Aki-P, what have you done, Old Man?! Judul sepanjang Soko de Inu no Unchi Funjaukane saja sudah buat saya mual (yang susah saya hafal jika tidak menyebutnya sambil dinyanyikan), ini judul doang sampe berbaris-baris. Aduh. Sempat saya berniat menghafalkan judul ini, dan kemudian males. Masih banyak hal lain yang bisa dihafal dibandingkan sekedar judul lagu. Well....

Sejak Chance no Junban, Ue Kara Mariko, Eien Pressure, hingga Suzukake Nanchara ini, semuanya adalah lagu idolish; ceria, rame. Dan yang paling ribut di antara semuanya... Suzukake Nanchara! Ribut di sini bukan berarti segala suara ada atau tiruan perang beling di dapur. Tipe lagu yang terlalu umum dan generic untuk lagu idol sehingga gak gampang nyantol di telinga kalo baru didenger sekali doang. Sampe rasanya kalo lagi butuh ketenangan, lagu ini harus dijauhkan sejauh-jauhnya. Rusuh banget sih! Apalagi part “jan jan jaran jan jan...”

Yes! That is our paper center!

Jurina bersinar sekali di PV ini. Sejak dia berponi, kegantengannya musnah sudah, jadi lebih kawaii.

Bocah halfie ini lebih kebule-bulean dibanding kejepang-jepangan.

Gerakan dance-nya banyak yang unik, hilarious, meh.
Hasute to Wasute?
Tunjuk bintang
Masukin bola basket
Bahkan goyang gergaji
Kostumnya gloomy banget sih... kalah jauh dibanding Ue Kara Mariko dan Eien Pressure. Ya, SEENGGAKNYA lagunya sendiri udah ribut.

Saya beri:
Lagu 3.5/5 untuk ributnya
PV 2.5/5 ada versi drama dan PV-nya tak berarti apa-apa

#2 Mosh & Dive – Selection Member

Yip, yip! The best song in this single!

Bisa dirasakan bagaimana musiknya yang menghentak, tarian yang enerjik, dan kostum cabe-cabean (well...) AKB butuh lebih banyak lagi lagu-lagu seperti ini. Jangan selalu lagu idoly yang ceria dan kawaii atau lagu ballad yang datar tak beremosi. Lagu ini tidak akan cepat bosan meski sering didengar. Bahkan makin sering makin asik.

Disutradarai oleh Ryuhei Kitamura yang sering menangani film action (CMIIW), PV ini terlahir cukup bagus. Kenapa saya katakan “cukup bagus” daripada “bagus” saja. Selera sih. Saya lebih mengapresiasi baik PV yang ada konsepnya atau ceritanya dibanding hanya menampilkan member dancing dan self-shoot. Siapapun sutradaranya.

Dua member dengan tingkatan tertinggi saat ini (versi saya), oshiri sisters pula. Dan baru-baru ini Yuuko sudah mengumumkan kelulusannya. Bisa dipastikan setelah Yuuko hengkang, ada saingan panas antara Mayu dan Sasshi.

Renacchi ini wajahnya kpop banget sih...

Kostum yang dikenakan member ala S&M. Barisan depan kentara banget kostum sado-nya, warna hitam mengkilat dipadu warna bibir yang merahnya kontras abis. Dan uniknya, kostum sado ini dipadu jas hujan transparan yang saya sering lihat dipake abang ojek.

Yukirin, bibirnya paling merah.

Kostum baris tengah masih ada sado-nya, tapi lebih samar. Warnanya dipadu merah, aksesorisnya lebih banyak, paha putihnya jadi lebih seksi karena pakai stocking jaring. Ngomong apa sih saya ini.

Sedangkan baris terakhir adalah kostum yang paling saya suka. Rok mengembang, tangan yang tertutup dan boots tinggi. Kesannya cantik.

Saya beri:
Lagu 4.7/5
PV 3/5

#3 Party is over – AKB48

Instrumen yang dipakai dalam musiknya variatif, unik. Intro Latin(?)nya juga membuat lagu ini lebih menarik. Sayangnya, pas member udah nyanyi, lagunya datar sekali... Duh, ini sayang banget, soalnya semua komponen di lagu ini udah bagus. Karena nyanyiannya yang plain, plus durasi yang kelamaan, lagu ini jadi terasa amat membosankan. Ah, sayang...

Center di PV ini dari KKS, Nana Owada. Dan ternyata dia cocok, sudah terlihat aura center-nya. Oops, sebenarnya bukan cuma Nana yang jadi center, ditambah Three Musketeers juga.

Formasi awal. Cuma Miichan yang nyengir XD
Dan kostumnya kok......... similar to Ruby? Dengan warna pokok hitam dan putih ditambah pola-pola kayak salur, polka, dan lain-lain.

Yep, those are our center!

Yuuko nih keringetan apa gimana sih?!

Aduh, Nana nih manis banget sih senyumnya. Membuat saya berpaling sebentar dari pesona Nana-samaaa yang di sampingnya. Well, terlalu banyak “Nana”.

Awww, Nana dan Nana-samaaa ><

Itu tangan siapa? dan kenapa?
Di sepanjang PV ini, Nana dan Three Musketeers melihat sebuah majalah bernama “Stage” dengan cover hanya siluet tanpa wajah yang jelas. Saya simpulkan bahwa mereka berempat adalah generasi selanjutnya yang akan mengisi “stage” AKB48. Yes, its all about push and push everywhere.

Lalu jika diperhatikan bagian “starting over” member yang diperlihatkan adalah member baru sementara bagian “party is over” yang diperlihatkan adalah member lama bahkan dengan gambar yang blur. Ngerti maksud simbol ini?
Masa kejayaan akan berakhir bagi member lama, sebaliknya member baru telah memulai langkah mereka untuk membawa nama besar AKB di pundaknya.

Koreografinya terlihat tajam, pedas, somehow anggun meski ada beberapa yang tidak cocok dan terlalu dipaksakan sesuai dengan hentakan musik.

Saya beri:
Lagu 3.7/5
PV 3.8/5

#4 Escape – SKE48

Ini nih yang saya tunggu-tunggu dari SKE. Lagu yang keren, dance yang enerjik, PV gelap-gelapan. Thats so cool. Thats so SKE. Ditambah permainan keyboard dari Azuma Rion yang nama panggilannya Azumarion (kasian, gak kreatif banget yang ngasih nickname-nya).
Center?

Koreografinya rumit dan movement-nya cepat, mungkin lebih cepat dan lebih susah dibanding UZA. Bisa saja, karena disesuaikan dengan level SKE yang notabene grup dance-nya 48.

Saya senang melihat Rion yang mungkin selama ini kurang diekspos, mendapat posisi yang bagus di PV ini.

Kalau bukan menikmati dance-nya, PV ini terlalu membosankan. Gak ada yang bisa kita lihat selain penampilan dance mereka. Oke, itu keren. Tapi lama-lama bosan.

Saya beri:
Lagu 3.5/5
PV 2.7/5

#5 Kimi to Deatte Boku wa Kawatta – NMB48

Judul seperti ini nih yang susah nempel di ingatan kecuali menyebutnya sambil dinyanyikan.

Saya kecewa. Lagu ini terlalu generic untuk levelnya NMB. Coupling janken single tahun lalu, HA!, keren banget! Lha ini? Kayak lagu-lagu B-side-nya NMB. Kenapa? Kenapaaaa?

Nagisa Shibuya, yang juga member unit Tentoumu Chu! jadi center di PV ini.

Dance scene dilakukan di stage dengan lantai catur dan kostum seifuku biasa. Yang agak aneh mungkin di rambut mereka ada helaian warna-warni. Plis, kostumnya terlalu biasa untuk NMB.

Bintang tamu di PV ini. Tapi saya gak tau dia siapa.

Untuk PV-nya sendiri bercerita tentang segerombolan anak sekolah yang bermain di suatu kota. Anggap saja anak-anak kota kecil yang main ke ibukota. Iya, anggap saja begitu. Saya sih gak tau persisnya tempat mereka syuting di kota apa.
Saya beri:
Lagu 2/5
PV 3.6/5

#6 Winku wa Sanka – HKT48

Ini imut banget! Lagunya, center-nya, PV-nya. Semuanya cocok dengan image HKT.

Janken tahun lalu, untuk pertama kalinya HKT menyanyikan lagu mereka sendiri di coupling. Lagu di janken tahun ini pun jenis lagunya kurang lebih sama lah; idoly, kawaii.

Ini center-nya imut sekali. Dalam artian sebenarnya.

Gara-gara Sakura mendekin rambut, sekarang mereka berdua jadi mirip anak kembar.

Older sister dan grandma XD

Kostum yang dikenakan seifuku modif ala 48G, pola tartan dan aksesori di sana-sini. Stage di mana mereka nge-dance pun penuh warna dan ornamen-ornamen yang menjadikannya lebih kawaii. PV-nya juga lebih manis dengan berbagai efek seperti hati, bintang, dan lain-lainmengingatkan sama Suki! Suki! Skip!.

Nako Yabuki, sang center, adalah wink expert. Member lain berguru sama dia. Semua cowok di sekolah bisa ditaklukan hanya dengan satu kedipan. HKT logic. Girls rule the world. Here’s the pic spam.













Saya beri:
Lagu 3.5/5
PV 4/5


Single ini lumayan memuaskan karena coupling-nya banyak yang bagus. Next single itu sakura ya? Wah, saya gak mau berekspektasi tinggi-tinggi deh...